.
Setelah masuk KBRI, pengunjung memang diarahkan untuk melihat pertunjukkan budaya Indonesia dan mencicipi hidangan kuliner Indonesia di halaman belakang KBRI, baru setelah kenyang dan terhibur pengunjung naik kelantai 2 melihat pameran produk2 Indonesia yang kami jual.
Diharapkan setelah kenyang dan hatinya senang karena terhibur, pengunjung jadi lebih mudah memborong barang2 kami. Pembeli pertama barang saya adalah sepasang suami istri yang sudah sepuh. Oiya, bicara masalah kemesraan, orang Perancis jangan ditanya, saya telah beberapa kali bertemu dengan pasangan sepuh Perancis dan gaya mereka luar biasa, bicara masih mesra, gandengan tangan, yang mungkin sangat jarang saya temui di Indonesia, bahkan ada seorang Bapak oh bukan, seorang kakek mungkin, dia beli syal sutra batik istri saya,
sambil membayar dia tanya kepada istri "Apa menurutmu warna yang cocok buat istri saya, itu dia ada disana" Otak dagang istri saya langsung connect "Ini saja Mbah, cocok sekali buat Mbah putri" jawab istri sambil menyodorkan syal sutra batik paling mahal yang dia punya "Oke, saya percaya kamu cu. Tapi jangan bilang2 istriku ya, aku mau bikin surprise..." Ciiyyyeeee...Sambil menerima uang istri saya melirik saya dengan lirikan penuh arti, merasa tahu artinya sayapun pura2 melirik patung ukiran bali disamping saya....
Setelah makan siang adalah saat paling membawa berkah. Pengunjung festival Indonesia ternyata benar2 membludak. Oiya, saat festival Indonesia diadakan kota Paris sebenarnya sedang libur panjang. Sebelum pameran dimulai, panitia sebenarnya ketir2 juga dengan kondisi libur panjang tersebut. Karena menurut kebiasaan orang Perancis kalau liburan apalagi musim semi, mereka selalu keluar kota, khawatirnya karena banyak yang pergi, acara pameran ini gak ada yang datang.
Tapi, ternyata banyak juga yang masih stay di dalam kota. Bahkan yang stay itulah yang sedang mencari alternatif acara pengisi libur panjang mereka. Jadilah acara Festival Indonesia ini hiburan murah meriah liburan mereka sehingga pengunjung membludak, dan inilah yang membawa berkah besar bagi kami para pedagang produk2 Indonesia. Diantara ramainya pengunjung, saya melihat dua orang Perancis yang kayaknya berwajah hanif.
Bahkan salah satunya memakai peci. Saya langsung yakin, pasti mereka ini muslim. Ketika sampai di meja saya tanpa ragu langsung saya ucapkan salam. Apa yang terjadi, mereka menjawab salam saya dengan pelukan sambil berkata "Welcome to Paris my brother", wah wah luar biasa sekali brotherhood antar sesama muslim di Paris ini, mungkin karena mereka minoritas jadi ikatannya lebih erat. Dari ceritanya, yang berpeci ternyata adalah seorang pengusaha.
Dia biasa mencari potensi produk2 yang bisa dijual, dan ternyata dia beristrikan orang Indonesia, orang Padang tepatnya. Sedangkan yang satunya lagi adalah seorang dokter spesialis herbal dan traditional treatment. Setelah ngobrol sana sini, mereka mengajak saya lihat pameran tahunan Muslim terbesar di Perancis. Wah, ini orang baru kenal udah mau ngajak saya pergi. Saya kan baru aja datang di Perancis ini, apalagi ketika saya minta ijin istri ternyata istri saya tidak mengijinkan. Ntar kalau hilang bagaimana?
Atau kalau misalnya diculik bagaimana? Apalagi hp saya tidak berfungsi disana, nanti kalau ada apa2 bagaimana koordinasinya. Tapi saya tawakkal saja, dan istripun akhirnya mengijinkan setelah saya paksa2. Kepada mereka sayapun menunjukkan sikap bersahabat tanpa sedikitpun saya tampakkan kecurigaan. Bertiga akhirnya kami berangkat ke Annual Muslim Expo terbesar di Perancis. Ternyata tempatnya diluar kota Paris. Kurang lebih satu setengah jam perjalanan.
Sampai disana, Subhanallah...luar biasa sekali perkembangan Islam di negeri Perancis ini. Saya merasa seolah2 berada di tanah abang, karena sejauh mata memandang saya melihat kaum wanitanya berjubah abaya berjilbab dan kaum prianya rata2 berpeci. Wajah mereka didominasi wajah2 dari Maroko, Aljazair, Turki, Pakistan, Libya karena memang negara2 ini pernah menjadi jajahan Perancis, jadi mereka adalah keturunan para pendatang negeri jajahan yang sudah lama mukim turun temurun di Perancis. Barang2 yang dipamerkan pun berisi jilbab2, baju koko gamis, buku2 Islam, VCD2 Islam persis seperti yang sering kita temui di acara Islamic Expo di senayan atau di JCC Jakarta.
Disana saya dikenalkan oleh banyak sekali saudara muslim Perancis, dan ketika mereka tahu saya dari Indonesia mereka sangat respect sekali. Saya baru tahu, Indonesia sangat terkenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, dan oleh mereka saya dipandang sebagai warga negara muslim yang negaranya menerapkan Islam dengan sungguh2, padahal mereka tidak tahu...cuman menang banyak doang.
Di pameran ini saya juga dikenalkan dengan seorang pengusaha baju renang muslimah Hasema, sebuah brand terkenal dari Turki. Orangnya ramah dan baik sekali, dan yang membuat saya sangat surprise, esoknya dia datang ke KBRI khusus hanya untuk mencari saya. Di KBRI saya tunjukkan foto produk baju renang muslimah saya, yang ternyata membuat dia sangat exciting dan tertarik. Di akhir pertemuan kita dia berkata sama saya "We must do bussiness between us brother", Oke pak tak tungguuu...!!! Tiba2 langit menjadi penuh bintang...



No comments:
Post a Comment