Pinguin lagi Jalan - Jalan

Jangan Lupa DIKASIH MAKAN YA, , ,Biar Tidak Laper!!!

RAMALAN ZODIAKMU

Tahun
Bulan
Tanggal
Zodiak:
Shio:

SMS GRATIS

TERJEMAHAN

Berapa Besar Radiasi Hpmu???









Tuesday, May 10, 2011

SI CACAT

Pada hari selasa 19 april 2011 jam 9-12 pagi demi menyelesaikan tugas bahasa indonesia tentang KARYA ILMIAH saya mengadakan penelitian sama kelompok saya di SLB PERTIWI KRANGGAN MOJOKERTO. Di sana kami mengajar kepada siswa menggunakan metode berhitung menggunakan balok, bernyanyi, menggambar untuk mengukur kreaktivitas mereka, melipat kertas.Anak yang berada di SLB bermacam-macam dan beraneka ragam,,Mereka mempuyai kelemahan,kekurangan,kelebihan serta bakat masing-masing.
Untuk menyemangati orang-orang yang mempuyai kekurangan MAKA malam ini saya akan SHARE artikel menarik, cerita tersebut mengandung makna begitu dalam DAN bisa dijadikan contoh didalam kehidupan sehari-hari.
SELAMAT MENIKMATI. . .

Di siang hari yang cerah, tampak seorang ibu di depan pintu rumahnya kedatangan seorang pemnngemis muda. Ia tampak berpakaian lusuh, berbadan dekil, dan sebelah tangannya cacat. Si pemuda berkata sopan,”Ibu yang baik, bolehkah saya minta sedikit makanan dan minuman, saya kelaparan dari pagi belum makan. Tolong beri sedekah makanan pada orang cacat seperti saya, Bu.”
Dengan senyuman lembut tapi tegas. Si ibu menjawab,”Boleh, tetapi engkau harus mengerjakan sesuatu sebelum engkau menikmati makanan itu. Apakah engkau sanggup?”
Si pemuda pun menjawab,”Baiklah, pekerjaan apa yang harus saya kerjakan?” Segera si ibu menunjuk kea rah setumpuk batu bata yang ada di halaman rumah,”Anak muda, pindahkan semua batu bata itu ke belakang rumah.”
Dengan roman muka kaget, si pemuda menjawab.”Maaf bu, bagaimana saya dapat memindahkan semua batu itu dengan sebelah tangan saya yang cacat seperti ini?” Tanya si pengemis keberatan.
“Kalau engkau ingin makan siang, engkau harus membayar harganya, silahkan kerjakan, atau pergilah dari sini.” Mendengar ucapan si ibu, meski dengan menahan lapar yang melilit , si pemuda mulai melakukan pekerjaan yang diminta oleh si ibu.
Kira-kira satu jam kemudian, dengan keringat bercucuran, si pemuda pun akhirnya dapat menikmati makan siang paling nikmat yang pernah disantapnya. Ia juga menerima uang tambahan sebagai imbalan hasil kerja kerasnya.

Selang beberapa kemudian, pengemis makanan itu dating lagi ke rumah si ibu. Kembali, ia pun disuruh melakukan pekerjaan memindahkan batu bata. Namun, kali ini ia harus mengembalikan batu bata itu dari belakang ke halaman depan. Keluarga si ibu heran dan tidak mengerti, mengapa ibu itu menyuruh si pengemis cacat melakukan pekerjaan memindahkan batu bata ke tempat semula. Si pemuda cacat tanpa bertanya lagi segera bekerja memindahkan batu bata dengan semangat dan menyelesaikannya dalam waktu yang lebih cepat. Ia pun kembali mendapatkan upahnya. Setelah menyantap makanan yang lezat sambil mengantongi upah, dia mengucapkan terima kasih dan berpamitan pergi.
Waktu pun terus berjalan cepat. Lima belas tahun kemudian, si ibu kedatangan seorang tamu muda yang mendesak ingin bertemu dengannya. Dengan mata tuanya, ia menatap pemuda berpakaian rapid an berkesan mahal di hadapannya. Dengan senyum ramah, pemuda menjabat tangan si ibu dan menyapa,”Ibu, masih ingat saya? Pemuda cacat yang puluhan tahun lalu pernah meminta makan kemari?”
Si Ibu menganggukkan kepala dengan senang,”Ya, Ibu tentu ingat pada anak muda yang rajin memindahkan batu bata di rumah ini. Sekarang engkau sudah berubah, apa yang bisa ibu bantu anak muda?”
“Saya menyempatkan diri kemari ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu. Berkat pelajaran tidak ada makan siang gratis yang ibu berikan kepada saya pada waktu itu, saya menyadari, ternyata saya mampu bekerja seperti layaknya orang yang bertubuh sempurna. Mulai saat itula, saya bekerja keras dan bertekad untuk membuktikan bahwa tubuh cacat bukan berarti harus menunggu belas kasihan orang lain untuk memberi makan. Dan saya merasa sangat bersyukur, sekarang saya telah berhasil menjadi seorang pengusaha yang sukses.” Sambil bercerita kisah perjuangan hidupnya, ia mengangsurkan selembar cek kepada si Ibu,”Bu, terimalah cek ini sebagai tanda terima kasih saya. Silahkan isi sendiri angkanya. Jika Ibu berkenan, saya juga telah menyiapkan sebuah rumah peristirahatan untuk ibu memasuki masa pensiun nanti.”
Dengan mata berkaca-kaca si ibu berkata.” Terima kasih atas perhatian dan niat baikmu anak muda. Maaf Ibu tidak bisa menerima semua ini. Ibu masih sehat tidak kurang sesuatu apa pun. Bisa melihat kamu sukses ibu pun ikut berbahagia, yang penting, tularkan semangatmu pada orang lain,” ucap si ibu sambil mengembalikan cek kepada si pemuda.

Pembaca yang baik,
Sebagian dari kita, memang tampak luar memiliki tubuh yang utuh dan sempurna, tetapi seringkali justru memiliki mentalitas yang miskin dan cacat. Sebaliknya, tak jarang walaupun secara fisik ada orang yang mungkin tidak sempurna tetapi karena ia mempuyai mental kemandirian untuk berjuang harkat dan martabat dirinya sebagai manusia pasti terangkat. Tak sedikit dari mereka bahkan menjadi orang tang sukses meski mengalami cacat ditubuhnya.
Apa pun keadaan kita, setiap manusia mempuyai hak yang sama untuk sukses.Success IS OUR RIGHT!!! Kita ditakdirkan lahir dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing. Semestinya kita belajar dan berusaha untuk bisa mengatasi kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri kita, dan selayaknya pula kita kembangkan kelebihan atau potensi diri yang kita punyai. Dengan semangat juang yang tinggi dan sikap pantang menyerah, kita buktikan mampu menjadi pemenang yang sesungguhnya.

No comments:

Post a Comment


BERITA TERKINI